Perjalanan Karier Politik Ketum PSI Giring yang Kini Batal Maju Jadi Capres 2024

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Giring Ganesha membatalkan niatnya untuk mencalonkan diri sebagai calon presiden (Capres) 2024. Ia batal maju Pilpres 2024 lantaran nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih menjadi sosok pemimpin ideal di masyarakat. Hal itu Giring dapati saat dirinya berkeliling Indonesia dan menemui banyak tokoh serta masyarakat dari berbagai daerah.

Menurut dia, banyak masyarakat yang masih menghendaki Jokowi untuk memimpin. "Ini adalah fakta di lapangan sekaligus aspirasi masyarakat yang sangat menyukai Jokowi namun dibatasi oleh konstitusi bahwa presiden hanya bisa dijabat selama 2 periode." "Berdasar fakta itu jugalah saya merasa tahun 2024 belumlah waktu bagi saya untuk maju sebagai calon Presiden Republik Indonesia di 2024."

"Maka hari ini, dengan penuh kesadaran saya Giring Ganesha, mengumumkan mundur dari pencalonan presiden Republik Indonesia," kata Giring daalam konferensi persnya, Kamis (24/2/2022, dikutip dari laman pers Giring menyebut akan lebih fokus pada upaya membuat PSI melenggang ke parlemen pada pemilu 2024 mendatang. "Bersama kawan kawan DPP PSI, saya akan fokus pada perjuangan meloloskan PSI ke Senayan pada pemilu 2024 nanti serta menghantarkan lebih banyak lagi kader kader kami ke kursi Parlemen dan Eksekutif," imbuh dia.

Lantas, seperti apa perjalanan karier politik Giring sebelum akhirnya batal maju di Pilpres? Giring sebelumnya terkenal dengan dunia musik tanah air, ia merupakan vokalis grup band Nidji. Namun, kemudian Giring memutuskan keluar dari bandnya dan terjun ke dunia politik pada tahun 2017.

Pada pemilu 2019, Giring maju sebagai calon anggota legislatif pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di Daerah Pemilihan (Dapil) I Jawa Barat, yang meliputi Bandung Cimahi dari PSI, dikutip dari Dalam pemilihan tersebut, Giring meraih suara yang cukup banyak di dapilnya. Tetapi karena perolehan suara PSI sebagai partai yang mengusung Giring tak melebihi ambang batas minimal 4 persen untuk mendapatkan kursi ke legislatif, ia pun gagal melenggang ke Senayan.

Meskipun demikian, Giring tetap bergumul di dunia politik. Bergabung selama 3 tahun, Giring pun ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PSI pada Agustus 2020. Hal itu lantaran Ketua Umum PSI sebelumnya, Grace Natalie harus melanjutkan studi ke Singapura.

Grace menilai Giring merupakan sosok yang pantas dan mewakili anak muda dan kreatif di dunia politik. "Pengalaman berjuang bersama di PSI selama beberapa tahun terakhir menjadi pertimbangan. Bro Giring juga bisa mewakili sosok anak muda kreatif," ujar Grace, Senin (17/8/2020) dikutip dari Hingga akhirnya pada November 2021, Giring secara resmi menjabat sebagai Ketua Umum PSI menggantikan Grace Natalie.

Giring diketahui memang memiliki ambisi maju di Pilpres 2024. Terlebih pada Agustus 2020, ramai terpasang baliho pencalonan Giring sebagai capres 2024. "Ya, saya memang mencalonkan diri menjadi calon presisen Republik Indonesia di 2024," ucap Giring dalam konferensi pers daring, Senin (24/8/2021), dikutip dari

Meski PSI sempat tak lolos ke parlemen pada Pemilu Legislatif 2019, Giring yakin bisa melenggang ke Pilpres dengan modal yang ia miliki. Giring mengatakan, partai dan dirinya punya modal semangat dan mimpi besar agar anak muda memimpin Indonesia. "Modal apa sih wong PSI kemarin juga belum lolos PT (parliamentary threshold)? Yang jelas satu, modal kita adalah anak anak muda yang terus berjuang bersama kita PSI," kata Giring.

"Modal kita itu semangat. Modal kita adalah mimpi besar bahwa memang sudah saatnya anak muda yang memimpin bangsa ini," ucap dia. Dalam perjalanan politiknya, Giring juga diwarnai sejumlah kontroversinya. Salah satunya, ia pernah menyinggung sosok yang menggunakan isu SARA serta mempolitisasi agama tak layak menggantikan Presiden Jokowi pada 2024 nanti.

Namun, Giring tak menyebut nama dari sosok yang ia maksud tersebut. Hal itu disampaikan Giring saat sambutan acara puncak peringatan HUT Ke 7 PSI yang juga dihadiri Jokowi, di Ballroom Djakarta Theater, Jakarta, Rabu (22/12/2021) "Kemajuan akan terancam jika kelak yang menggantikan Pak Jokowi adalah sosok yang punya rekam jejak menggunakan isu SARA dan menghalalkan segala cara untuk menang dalam pilkada," kata Giring, sebagaimana diberitakan

Tak hanya itu, Giring juga menyebut bahwa Indonesia akan menjadi suram jika dipimpin oleh seorang pembohong. Bahkan di hadapan Presiden Jokowi, Giring memberikan clue orang yang dimaksud itu yakni seseorang yang pernah dipecat dari kabinet menteri. "Indonesia akan suram jika yang terpilih kelak adalah seorang pembohong dan juga pernah dipecat oleh Pak Jokowi karena tidak becus bekerja," ucap Giring yang disambut tepuk tangan kader yang hadir.

Giring bahkan menegaskan PSI akan menjadi partai oposisi jika tokoh yang ia maksud itu terpilih jadi Presiden.

Leave a Reply

Your email address will not be published.