Penjelasan Lengkap Polda Mengenai Bentrok 2 Desa di Maluku Tengah hingga Pesan Pemuka Agama

Karena sengketa perbatasan, warga di dua desa di Kecamatan Pulau Haruku, KabupatenMalukuTengah, Maluku, terlibat bentrok, Rabu (26/1/2022). Eskalasi hubungan kedua desa memanas sejak Selasa (25/2/2021). Desa yang terlibat bentrok itu yakni Desa Kariuw dan Desa Ori. Kedua desa itu bertetangga.

Akibat dari bentrokan itu, sejumlah warga di Desa Kariuw hangus dibakar massa. Bukan itu saja, dua orang tewas dan tiga orang terluka. Ketegangan antara dua desa bertetangga di wilayah itu sudah terjadi sejak Selasa (25/1/2022) malam, dan puncaknya pada Rabu dini hari hingga pagi tadi.

Sejumlah massa melakukan aksi penyerangan ke desa Kariuw hingga bentrokan pun pecah hingga mengakibatkan sejumlah rumah di desa itu dibakar massa. Dari informasi yang dihimpunKompas.com, penyebab bentrokan warga dua desa itu dipicu oleh sengketa tanah di perbatasan antara dua desa. “Benar ada kesalahpahaman di sana, dan sudah kita dorong pasukan ke sana untuk membantu pengamanan,” kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat kepadaKompas.comvia telepon seluler, Rabu siang.

Kata Reom, dari informasi yang ia dapat, dalam bentrok itu dilaporkan dua orang meninggal dunia. “Kami dapat informasi dari sana, itu ada dua orang warga yang meninggal dunia,” ujarnya. Namun, Roem tidak menjelaskan secara detail identitas dari kedua warga yang tewas, termasuk penyebab kematian kedua korban.

Bukan hanya itu, dalam bentrok itu juga tiga orang terluka. "Ada tiga warga yang juga mengalami luka," ungkapnya. Kata Reom, seorang anggota Polresta Pulau Ambon dan Pulau pulau Lease Briptu BH tertembak saat sedang menjalankan tugas mengamankan bentrok yang terjadi di Kecamatan Pulau Haruku.

“Terluka saat sedang bertugas mengamankan bentrokan warga,” ujarnya. Dalam kejadian itu, Briptu BH tertembak di bagian pipi. Saat ini korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Ambon. "Korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara," ungkapnya.

Untuk mencegah bentrok susulan, kata Roem, saat ini satu satuan setingkat peleton (SST) dari pasukan Brimob Polda Maluku dan juga satu SST aparat TNI BKO Pam Rahwan dari kesatuan Arhanud telah berada di lokasi bentrokan. Kata Roem, ratusan aparat gabungan TNI Polri itu akan ditempatkan di perbatasan kedua desa untuk mencegah terjadinya bentrokan susulan di wilayah tersebut. “Pengerahan pasukan ini untuk meredam konflik dan mencegah terjadinya bentrokan susulan,” ujarnya.

Agar kejadian tidak meluas, Roem pun meminta kedua warga yang bertikai untuk dapat menahan diri dan tidak terprovokasi dengan isu yang tidak bertanggungjawab. “Sekali lagi kami minta warga menahan diri, karena kami sedang melakukan penyelidikan. Kita akan mengambil tindakan tegas kepada pihak pihak yang terlibat,” ujarnya. Ketua Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM), Elifas Maspaitella meminta masyarakat tidak terpancing insiden pertikaian di Pulau Haruku.

Ia meminta agar seluruh masyarakat tidak terpengaruh dengan hal tersebut. "Mari tingkatkan kewaspadaan dan tetap menahan diri, jangan terpancing dengan kejadian disana," kata Maspaitella, Rabu (26/1/2022). Menurutnya, saat ini warga harus bersandar pada keyakinannya masing masing dan berdoa agar situasi bisa cepat terkendali.

Lanjutnya, dukungan terhadap petugas TNI/Polri harus terus dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat. Agar segera tercipta situasi yang sama dan tentram di bumi raja raja. "Kita terus panjatkan doa agar petugas menjalankan tugasnya dengan baik," ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.